Pemilihan material untuk struktur konstruksi

Memilih material untuk suatu objek fisik bangunan memang harus memiliki berbagai pertimbangan yang matang, artinya selain mempertimbangkan keindahan, juga harus kekuatan dan keamanan tentunya. Di pasaran banyak dijual berbagai jenis, dari yang paling “murah” sampai mahal, namun bukan berarti yang mahal pasti sesuai dengan  fungsi bangunan tersebut, dan yang murah pasti tidak sesuai dengan apa yang akan kita wujudkan. Setiap material tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan baik dari sifat, dan daya dukung bahan tersebut, jadi kita harus menyesuaikan sesuai dengan fungsinya.

-Yang pertama memakai Material Bambu

akhir-akhir ini mulai banyak para arsitek bereksperimen karyanya menggunakan bambu, karya tersebut bukan berada di kampung melainkan di tengah kota yang dapat dinikmati oleh kalayak ramai. kini juga banyak penelitian bahwa bambu lebih memiliki daya lentur yang baik, asal diolah menggunakan bahan kimia anti bakteri (serangga) sehingga bisa tahan lebih lama, mengenai estimasi rentang waktu kira-kira tahan 10 tahun. banyak bambu di pakai untuk fungsi bangunan restoran outdoor, gazebo, partisi, dll material tersebut cukup ekonomis karena ketersediaan bahan cukup banyak di Negara kita yang kaya raya ini.

-Memakai Bahan Material Kayu

Bahan material yang ini sudah semakain langka dan mahal untuk yang kualitas baik, bahkan sudah semakin berkurang penggunaanya untuk di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya dll. Mungkin yang masih berada di daerah Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, masih cukup mudah untuk mendapatkan bahan material kayu. Hutan kita semakin lama sudah semakin menipis, kita sebagai warga negara yangbaik, hendaknya mempertimbangkan dalam pelestarian tanaman di sekeliling kita, sehingga terjadi keseimbangan dan berkelanjutan. Kayu dengan kualitas baik, misalnya Jati Kw1 bisa berumur 100 tahaun lebih (woow) dan untuk saat ini sangat sulit mencarinya. Dan untuk Kw2 kira-kira mencapai umur 30 tahun, untuk yang ini masih tersedia di toko-toko bangunan walau harus merogoh kantong dalam-dalam. Kayu banyak digunakan bangunan rumah tinggal, sebagai tiang, rangka atap, pintujendela. kayu yang digunakan biasanya kamper, merbau, damar laut, sonokeling, borneo, meranti dll. Kayu secara fisik memiliki guratan yang indah dan kesan hangat ketika diekspose dengan finishing yang baik. Kerusakan kayu yang biasa terjadi dikarenakan faktor eksternal  diantaranya:

-Serangan rayap dimana-mana (sebelum dipakai sebaiknya dioven menggunakan bahan kimia tertentu agar terhindar dari hama kecoa dll)

-Karatan pada bagian penyambung (sebaiknya memilih bahan yang baik untuk bahan penyambungnya)

-Perubahan ukuran kayu karena faktor suhu/cuaca sehingga memuai-menyusut (sebaiknya mencari kayu yang sudah “tua” untuk digunakan)

-Sambungan kayu biasanya kurang kuat (sebaiknya pelajari secara mendetail tiap sistem sambungannya)

-Dan tentunya rentan terhadap percikan api, air hujan dan sinar matahari yang secara langsung

-Menggunakan Material Baja

Bahan material baja saat ini semakin banyak digunakan terutama di kota-kota besar, selain harga yang kompetitif ketersediannya pun banyak. Baja pun banyak variannya, dari Baja Profile Konvensional, Baja Zingalume (Ringan) dll. penggunaan bahan baja kebanyakan untuk fungsi bangunan dengan bentang lebar seperti GOR, Gedung Serbaguna, Gudang, Pabrik, Bandara (Air Port) dan bangunan bertingkat tinggi. Kelebihan bahan tersebut karena memiliki daya dukung tinggi, berdimensi kecil dibanding beton, memilik daya lentur dibanding beton,  dan dapat  menefisienkan waktu karena Baja adalah bahan fabrikasi. Selain itu kekurangannya banyak juga yaitu berkarat, kerusakan akibat lemahnya sistem sambungan,  adanya beban tambahan seperti kena angin dan gempa, dan melentur terhadap percikan api. Untuk Baja Ringan kebanyakan digunakan sebagai rangka atap, profil pintu jendela, sedangkan untuk kolom dan balok biasanya menggunakan bahan baja konvensional.


-Menggunakan Material Beton

Bahan yang ini cukup familiar disemua kalangan walaupun masyarkat awam sekalipun, Bahan Beton ini sudah sejak lama digunakan karena memiliki berbagai kelebihan, yaitu memiliki daya desak yang tinggi, memiliki daya dukung yang kuat, dan pembentukannya mudah dan estetis. Disisi lain ada kekurangannya yaitu semakin lebar bentangan semakin besar juga dimensi beton, sehingga kurang efisiensi tempat. Kerusakan yang sering terjadi biasanya karena kualitas pengerjaan beton jelek, akhirnya sering mengelupas, keropos, retak, dan melendut. Kondisi tanah yang kurang baik juga mempengaruhi stabilitas beton tersebut.  Bahan banyak digunakan untuk rumah tinggal, bangunan bertingkat tinggi dan elemen-elemen yang dikombinasikan dengan bahan baja. Saat ini bahan Beton sudah banyak dikembangkan, salahsatunya dengan sistem precast (pracetak) yaitu beton yang dicetak untuk elemen bangunan tertentu, misalnya tangga, dinding, dll. Dalam hal ini membuat suatu pekerjaan yang panjang menjadi lebih cepat dan efisien.

Mudah-mudahan bisa menambah pengetahuan buat rekan-rekan, terimakasih..

 

Facebook Comments

Powered by TG Facebook Comments

Wira Mahendra

Menyelesaikan pendidikan tinggi di Fakultas Teknik Sipil, Universitas Udayana, Bali. Sekarang sedang bekerja freelance di bidang Properti dan Pembangunan Rumah. Menyukai design dan internet marketing. Silahkan klik hubungi kami jika ingin menggunakan jasa kami, Gede Wira Mahendra,ST Wahana Mandiri Group

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares