Antara emosi dan tanggung jawab

{ Posted on Sep 01 2010 by admin }
Tags : , ,
Categories : Opini

Kenapa semua orang gampang meluapkan emosinya, seakan mereka tidak memikirkan apa – apa, hanya salah satu simbol egoisme kecil, bukan suatu keberanian yang sejati, hidup mereka gampang, merasa keluarga terpandang, memiliki kekuasaan, merasa mempunyai backing, anak pejabat, shit.

Arogansi keangkuhan sempit.. Sementara orang – orang yang sering mengalah sebagian bukannya tidak bisa emosi, bukannya tidak berani, mereka hanya terjebak dengan sangkar tanggung jawab. Pada lingkungannya, sahabatnya, keluarganya, dan Tuhannya. Banyak diantara mereka dipaksa untuk berontak, melepaskan tanggung jawabnya, mengaungkan suaranya, menyemburkan emosinya, tp mereka tetap kuat sampai nanti saatnya.

Selalu dikondisikan pada situasi yang tidak beruntung, diTAKDIRkan, hahh.. shit.. apa itu takdir ? apa itu keberuntungan ? simbol ketidak adilan. Membuat orang malas, karena sudah dipenuhi keberuntungan dan ditakdirkan gampang meluapkan emosi. Membuat orang yang berusaha setengah mati putus asa dan kecewa karena keberuntungan tak pernah hadir kepadanya. apalagi harus memenjarakan emosinya disangkar tanggung jawab. seakan kita takan pernah mengerti satu sama lainnya. Akar – akar kerancuan yang tumbuh subur, dibawah tanah kedamaian.


Beritahu teman melalui :

Artikel Terkait :

  1. tips atasi ejakulasi dini GANGGUAN seksual (disfungsi seksual), yang sering dialami kaum pria selain disfungsi ereksi adalah ejakulasi dini (Edi). Pada dasarnya pria yang...
  2. Mari Sebarkan Semangat Nasionalisme Sebagai warga negara Indonesia, saya merasa terpanggil untuk berkontribusi kepada bangsa ini, walaupun dalam kesempatan ini hanya berupa tulisan, tetapi...
  3. Kebebasan yang berkeadilan Kita tak akan pernah saling mengerti.Beradu argumentasi, awalnya akal sehat berakhir cercaan,emosi yang berbicara, kerancuan yang memuat.Arogansi manusia sungguh memuakan…...

Facebook comments:

Post a Comment