<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>wahana mandiri bali</title>
	<atom:link href="http://wm-site.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://wm-site.com</link>
	<description>webblog informasi tentang bali, peluang bisnis bali, lowongan kerja bali, online store, clothing distro bali, seksualitas, arsitektur, news, sejarah dunia, misteri, teknik sipil, opini, kesehatan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 29 Jan 2012 12:32:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.3</generator>
		<item>
		<title>Apa itu Tower Crane</title>
		<link>http://wm-site.com/struktur-konstruksi/apa-itu-tower-crane</link>
		<comments>http://wm-site.com/struktur-konstruksi/apa-itu-tower-crane#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Jan 2012 12:32:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Struktur-Konstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[alat berat]]></category>
		<category><![CDATA[alat konstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[tower crane]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wm-site.com/?p=2062</guid>
		<description><![CDATA[Setiap kali berada di sebuah lokasi proyek, kita pasti dapat melihat sebuah struktur kokoh yang terbuat dari baja yang berdiri tinggi menjulang. Itulah Tower Crane. Tower crane berfungsi sebagai alat angkat alat dan bahan material seperti mesin-mesin konstruksi, beton, besi, bekisting dan lain sebagainya. Karena besar dan fungsinya inilah tower crane merupakan alat berat dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap kali berada di sebuah lokasi proyek, kita pasti dapat melihat sebuah struktur kokoh yang terbuat dari baja yang berdiri tinggi menjulang. Itulah Tower Crane. Tower crane berfungsi sebagai alat angkat alat dan bahan material seperti mesin-mesin konstruksi, beton, besi, bekisting dan lain sebagainya. Karena besar dan fungsinya inilah tower crane merupakan alat berat dalam pekerjaan konstruksi.</p>
<p>Ketika kita melihat sebuah tower crane bekerja, mungkin akan timbul pertanyaan dalam benak kita: bagaimana caranya tower crane berdiri setinggi itu, dan tentu saja tambah tinggi lagi? Berapa besar berat yang mampu diangkat oleh tower crane? Bagaimana cara tower crane bekerja? Nah disinilah akan anda temukan jawaban singkat masalah di atas.</p>
<p><strong>Bagian-Bagian Tower Crane</strong></p>
<p>Sebelum melangkah lebih jauh, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu mengenai bagian-bagian dari sebuah tower crane.</p>
<p>Sebuah tower crane setidaknya terdiri dari 3 bagian:</p>
<p><em><strong>1.       Pondasi</strong></em></p>
<p><em><strong><a rel="attachment wp-att-531" href="http://wm-site.com/?attachment_id=531"><img title="CIMG2545" src="http://hansenkammer.files.wordpress.com/2011/02/cimg2545.jpg?w=300&amp;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><br />
</strong></em></p>
<p>Bagian ini berfungsi meneruskan beban dari tower crane ke tanah keras dan sebagai penahan agar tower crane tidak jatuh. Pada bagian inilah kaki tower crane dibaut pada pondasi beton yang masif dan besar.</p>
<p><em><strong>2.       Tiang/standard section</strong></em></p>
<p><em><strong><a rel="attachment wp-att-532" href="http://wm-site.com/?attachment_id=532"><img title="CIMG2450" src="http://hansenkammer.files.wordpress.com/2011/02/cimg2450.jpg?w=277&amp;h=368" alt="" width="277" height="368" /></a><br />
</strong></em></p>
<p>Bagian ini merupakan bagian vertikal dari tower crane yang bisa terus tumbuh seiring dengan kebutuhan proyek. Pada bagian ini terdapat tangga vertikal yang dibagi per section yang nantinya akan digunakan oleh operator untuk naik ke atas.</p>
<p><strong><em>3.       Unit yang berputar</em></strong></p>
<p><strong><em><a rel="attachment wp-att-533" href="http://wm-site.com/?attachment_id=533"><img title="tower-crane15" src="http://hansenkammer.files.wordpress.com/2011/02/tower-crane15.jpg" alt="" width="350" height="263" /></a></em></strong></p>
<p>Bagian ini terdiri dari 3 bagian:<strong><em> </em></strong><strong><em></em></strong></p>
<p>a.       Horizontal jib</p>
<p><a rel="attachment wp-att-534" href="http://wm-site.com/?attachment_id=534"><img title="Basic Parts of Tower Crane_clip_image008" src="http://hansenkammer.files.wordpress.com/2011/02/basic-parts-of-tower-crane_clip_image008.jpg" alt="" width="280" height="340" /></a></p>
<p>Horizontal jib adalah bagian horizontal dari sebuah tower crane yang panjang dan berfungsi sebagai bagian pengangkat beban. Disebut pula sebagai hoisting jib atau working jib.</p>
<p>b.      Machinery jib</p>
<p><a rel="attachment wp-att-535" href="http://wm-site.com/?attachment_id=535"><img title="Basic Parts of Tower Crane_clip_image006" src="http://hansenkammer.files.wordpress.com/2011/02/basic-parts-of-tower-crane_clip_image006.jpg" alt="" width="280" height="322" /></a></p>
<p>Pada bagian inilah terdapat motor penggerak tower crane, alat elektronik dan sebuah beton masif yang berfungsi sebagai counter balance. Oleh karena itu sering pula disebut counter balance jib.</p>
<p>c.       Operator’s cab</p>
<p><a rel="attachment wp-att-536" href="http://wm-site.com/?attachment_id=536"><img title="Basic Parts of Tower Crane_clip_image004" src="http://hansenkammer.files.wordpress.com/2011/02/basic-parts-of-tower-crane_clip_image004.jpg" alt="" width="280" height="332" /></a></p>
<p>Tempat dimana operator bekerja. Cab<strong><em></em></strong> ini haruslah memiliki jendela besar untuk memastikan operator memiliki pandangan penuh terhadap lokasi konstruksi. Mengingat letaknya yang tinggi, cab ini juga sebaiknya dilengkapi dengan AC dan perlengkapan lainnya.</p>
<p><strong>Berapa besar beban yang mampu diangkat sebuah tower crane</strong></p>
<p>Tipikal tower crane memiliki spesifikasi sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Tinggi maksimum berdiri sendiri – 265 kaki (80 meter)</li>
</ul>
<p>Tower crane bisa saja memiliki tinggi lebih dari 80 meter hanya jika tower crane dipegang/digantungkan pada bangunan sehingga bisa tumbuh seiring dengan bertambah tingginya bangunan proyek</p>
<ul>
<li>Jangkauan maksimum – 230 kaki (70 meter)</li>
<li>Daya angkat maksimum – 18 metric ton, 300 tonne-meter</li>
<li>Counterweight – 20 ton</li>
</ul>
<p>Daya angkat maksimum tower crane adalah 18 ton tetapi tower crane tidak boleh mengangkat beban sebesar itu pada ujung terjauh jib nya. Semakin dekat posisi beban yang diangkat dengan tiang tower crane, semakin besar beban yang dapat diangkat dengan aman. Oleh karena itu pembebanan tower crane mengikuti prinsip 300 tonne-meter. Maksudnya apabila beban berada sejauh 30 meter dari tiang, maka beban yang diperbolehkan sebesar 10 ton. Apabila beban berada sejauh 50 meter, maka beban yang diperbolehkan sebesar 6 ton.</p>
<p><a rel="attachment wp-att-546" href="http://wm-site.com/?attachment_id=546"><img title="CIMG2588" src="http://hansenkammer.files.wordpress.com/2011/02/cimg2588.jpg?w=300&amp;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Tower crane dilengkapi dengan dua tombol<strong><em> limit</em></strong> untuk memastikan operator tidak mengangkat beban berlebih:</p>
<ul>
<li>Tombol beban maksimum memonitor tarikan pada kabel dan memastikan beban tidak melebihi 18 ton</li>
<li>Tombol momen beban memastikan operator tidak melebihi prinsip tone-meter ketika beban digerakkan pada jib.</li>
</ul>
<p><strong>Mengapa tower crane tidak jatuh?</strong></p>
<p><strong><a rel="attachment wp-att-537" href="http://wm-site.com/?attachment_id=537"><img title="tower-crane4" src="http://hansenkammer.files.wordpress.com/2011/02/tower-crane4.jpg?w=300&amp;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><br />
</strong></p>
<p>Elemen pertama yang memastikan stabilitas tower crane adalah pondasi beton besar yang telah dicor terlebih dahulu. Pondasi ini biasanya memiliki ukuran 10 x 10 x 1.3 meter (tapi tergantung pula tipe tower crane yang akan digunakan). Ada pula tipe tower crane yang mampu menghemat beton pondasi dengan memiliki 4 pondasi yang lebih kecil yang akan mendukung beban dari masing-masing kaki tower crane. Baut besar tertanam di dalam pondasi ini.</p>
<p><strong>Bagaimana tower crane dipasang dan terus bertambah tinggi?</strong></p>
<p>Tahap pertama, dengan bantuan mobile crane bagian horizontal jib dan machinery disambung dan diletakkan di atas dua pondasi beton. Kemudian mobile crane menambahkan counterweight. Sedangkan bagian vertikal tower crane dipasang dengan bantuan mobile crane juga.</p>
<p>Tahap kedua, untuk mencapai ketinggian maksimum, tower crane tumbuh sendiri. Disini digunakanlah top climber atau climbing frame. Berikut prosesnya:</p>
<p>1.       Tower crane mengangkat sebuah beban pada jib untuk menyeimbangkan counterweight.</p>
<p>2.       Teknisi melepas unit berputar dan dengan sebuah mesin hydraulic pada top climber akan mendorong unit berputar naik setinggi 20 kaki (6 meter).</p>
<p>3.       Operator menggunakan crane untuk mengangkat satu section vertikal dari tower crane dan mengisi kekosongan yang ada di dalam top climber. Ketika selesai dipasang dan dibaut, maka tower crane telah bertambah tinggi satu section.</p>
<p><a rel="attachment wp-att-540" href="http://wm-site.com/?attachment_id=540"><img title="tower-crane18" src="http://hansenkammer.files.wordpress.com/2011/02/tower-crane18.jpg?w=228&amp;h=300" alt="" width="228" height="300" /></a></p>
<p><a rel="attachment wp-att-541" href="http://wm-site.com/?attachment_id=541"><img title="tower-crane19" src="http://hansenkammer.files.wordpress.com/2011/02/tower-crane19.jpg?w=190&amp;h=300" alt="" width="190" height="300" /></a></p>
<p>sumber : http://hansenkammer.wordpress.com/2011/02/21/sekilas-tentang-tower-crane/</p>
<p>&nbsp;</p>
<!-- AdSense Now! V1.95 -->
<!-- Post[count: 2] -->
<div class="adsense adsense-leadout" style="text-align:center;margin: 12px;"><br>
<!-- AddThis Button BEGIN -->
<div class="addthis_toolbox addthis_default_style addthis_32x32_style">
<b>Beritahu teman melalui :</b>
<br>
<a class="addthis_button_preferred_1"></a>
<a class="addthis_button_preferred_2"></a>
<a class="addthis_button_preferred_3"></a>
<a class="addthis_button_preferred_4"></a>
<a class="addthis_button_compact"></a>
<a class="addthis_counter addthis_bubble_style"></a>
</div>
<script type="text/javascript">var addthis_config = {"data_track_clickback":true};</script>
<script type="text/javascript" src="http://s7.addthis.com/js/250/addthis_widget.js#pubid=ra-4e03896212d9eed7"></script>
<!-- AddThis Button END -->
<br></div><div id="wp_fb_like_button" style="margin: 5px 5px 5px 0; float: left"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http://wm-site.com/struktur-konstruksi/apa-itu-tower-crane&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;width=530&amp;height=70" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width: 530px; height: 70px;"></iframe></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wm-site.com/struktur-konstruksi/apa-itu-tower-crane/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menyiasati Rumah Agar Menjadi Nyaman dan Lega</title>
		<link>http://wm-site.com/arsitektur-interior/menyiasati-rumah-agar-menjadi-nyaman-dan-lega</link>
		<comments>http://wm-site.com/arsitektur-interior/menyiasati-rumah-agar-menjadi-nyaman-dan-lega#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jan 2012 22:12:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arsitektur-Interior]]></category>
		<category><![CDATA[interior lega]]></category>
		<category><![CDATA[partisi mobile]]></category>
		<category><![CDATA[rumah nyaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wm-site.com/?p=2048</guid>
		<description><![CDATA[Hunian berukuran mungil semakin terasa sempit bila terlalu banyak  dinding pemisah. Untuk ruang tidur dan kamar mandi, dinding masif mungkin terbilang mutlak. Tetapi dinding di ruang tamu, keluarga dan ruang makan mungkin bisa dikurangi agar rumah terasa lega dan nyaman. Pencahayaan alami dan sirkulasi udara mutlak diperlukan agar aktivitas dalam rumah dapat tertampung dalam rangkaian ruang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hunian berukuran mungil semakin terasa sempit bila terlalu banyak  dinding pemisah. Untuk ruang tidur dan kamar mandi, dinding masif mungkin terbilang mutlak. Tetapi dinding di ruang tamu, keluarga dan ruang makan mungkin bisa dikurangi agar rumah terasa lega dan nyaman. Pencahayaan alami dan sirkulasi udara mutlak diperlukan agar aktivitas dalam rumah dapat tertampung dalam rangkaian ruang yang harmonis, sekaligus prinsip-prinsip arsitektur rumah sehat tidak dikorbankan.</p>
<p>Karena itu, pembatas ruang atau zona tidak melulu harus tembok. Apalagi, dinding masif dalam rumah dapat mengorbankan sirkulasi udara dan pencahayaan. Akibatnya rumah terasa panas, sumpek dan lembab. Situasi itu  tidak ideal untuk rumah beriklim tropis. Bagaimana mensiasatinya?</p>
<p>Berikut beberapa tips yang mungkin berguna.</p>
<p><strong>1. Bukaan lebar<br />
</strong><br />
Bukaan lebar dapat diterapkan di ruang tamu dan ruang makan. Bentuknya dapat berupa pintu geser atau pintu folding. Bukaan yang lebar ini terarah keluar rumah yaitu ke taman/kolam dan ke teras. Bukaan lebar juga dapat diterapkan pada ruang tidur utama yang mempunyai teras atau taman privat. Lihat contoh berikut:</p>
<div id="attachment_2398"><a href="http://wm-site.com/wp-content/uploads/2012/01/img08122011849111.jpg"><img class="size-full wp-image-2049 aligncenter" title="img08122011849111" src="http://wm-site.com/wp-content/uploads/2012/01/img08122011849111.jpg" alt="" width="400" height="300" /></a></div>
<p>Dengan bukaan lebar, dua hal sekaligus dapat tercapai. Yang pertama tentu saja aspek pencahayaan alami dan sirkulasi udara. Yang kedua adalah ruang yang dapat extended/diperluas manakala dibutuhkan. Misalnya kalau ada arisan, pesta keluarga atau pengajian.<br />
<strong><br />
2. Partisi yang dapat dipindahkan (movable partition)</strong></p>
<p>Banyak rumah modern yang memperkecil ruang tamu bahkan menghilangkannya. Selain keterbatasan ruang, keluarga modern juga jarang menerima tamu yang perlu ruang tamu khusus. Karenanya ruang tamu jarang dipakai. Nah dalam hal ini sebuah partisi yang dapat dipindahkan/digeser/dilipat adalah salah satu pilihan. Lihat contoh berikut.</p>
<div id="attachment_2399">
<p style="text-align: center;"><a href="http://wm-site.com/wp-content/uploads/2012/01/mobile-partition-262271.jpg"><img class="size-full wp-image-2050 aligncenter" title="mobile-partition-262271" src="http://wm-site.com/wp-content/uploads/2012/01/mobile-partition-262271.jpg" alt="" width="482" height="337" /></a></p>
</div>
<p><strong>3. Partisi Imaginer</strong></p>
<p>Yaitu dekorasi rumah yang menimbulkan kesan pembedaan ruang. Tetapi cahaya dan sirkulasi udara tidak dikorbankan. Dalam hal ini ada dapat membuat banyak kreativitas. Salah satu contoh di bawah ini mungkin dapat menginspirasi Anda.</p>
<div id="attachment_2400"><a href="http://wm-site.com/wp-content/uploads/2012/01/partisi-2.jpg"><img class="size-full wp-image-2051 aligncenter" title="partisi 2" src="http://wm-site.com/wp-content/uploads/2012/01/partisi-2.jpg" alt="" width="400" height="462" /></a>&nbsp;</p>
</div>
<p><strong>4. Lantai, split level sampai karpet.</strong></p>
<p>Bahkan pembedaan ruang dapat terjadi tanpa harus membuat partisi. Selembar karpet lebar di ruang keluarga sudah mengesankan pembedaan ruang dengan ruang lainnya. Atau jenis keramik/warna cat dingding yang berbeda dari satu ruang ke ruang lain. Ini pun dapat menimbulkan kesan yang diinginkan.</p>
<p>Nah selamat mencoba .</p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="wp_fb_like_button" style="margin: 5px 5px 5px 0; float: left"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http://wm-site.com/arsitektur-interior/menyiasati-rumah-agar-menjadi-nyaman-dan-lega&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;width=530&amp;height=70" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width: 530px; height: 70px;"></iframe></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wm-site.com/arsitektur-interior/menyiasati-rumah-agar-menjadi-nyaman-dan-lega/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kesesuaian ketinggian plafon</title>
		<link>http://wm-site.com/arsitektur-interior/kesesuaian-ketinggian-plafon</link>
		<comments>http://wm-site.com/arsitektur-interior/kesesuaian-ketinggian-plafon#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jan 2012 21:37:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arsitektur-Interior]]></category>
		<category><![CDATA[ketinggian plafon rumah]]></category>
		<category><![CDATA[sirkulasi udara rumah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wm-site.com/?p=2035</guid>
		<description><![CDATA[Dalam mendesain arsitektur rumah, tinggi plapon rumah idaman Anda tergantung pada beberapa hal. Secara ringkas hal-hal yang perlu Anda perhatikan dalam menentukan tinggi langit-langit rumah adalah iklim, proporsi ruang/estetika, sirkulasi udara, dan pencahayaan. Para arsitek umumnya sepakat bahwa ada kecenderungan perubahan selera dimana para pemilik rumah menginginkan plafon rumah yang lebih tinggi. Kalau kita perhatikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><a href="http://wm-site.com/wp-content/uploads/2012/01/atap-plafon.jpg"><img class="size-full wp-image-2043 aligncenter" title="atap-plafon" src="http://wm-site.com/wp-content/uploads/2012/01/atap-plafon.jpg" alt="" width="448" height="318" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Dalam mendesain arsitektur rumah, tinggi plapon rumah idaman Anda tergantung pada beberapa hal. Secara ringkas hal-hal yang perlu Anda perhatikan dalam menentukan tinggi langit-langit rumah adalah iklim, proporsi ruang/estetika, sirkulasi udara, dan pencahayaan.</p>
<p>Para arsitek umumnya sepakat bahwa ada kecenderungan perubahan selera dimana para pemilik rumah menginginkan plafon rumah yang lebih tinggi. Kalau kita perhatikan plapon di rumah-rumah standard yang dibangun 20-30 tahun lalu berkisar antara 250-260cm. Sedangkan hunian modern dewasa ini menawarkan tinggi plafon pada kisaran 280-300cm. Bahkan beberapa bagian ruangan mempunyai tinggi plafon 4m sampai 7m tingginya.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-2042" title="Plafon-Kotak-kotak-Menghias-Langit-Langit-Ruang-Keluarga_thumbnaildetail" src="http://wm-site.com/wp-content/uploads/2012/01/Plafon-Kotak-kotak-Menghias-Langit-Langit-Ruang-Keluarga_thumbnaildetail.jpg" alt="" width="300" height="360" /></p>
<p>Kecenderungan rumah modern dengan plafon tinggi barangkali tidak sekedar selera namun terkait dengan kenyamanan dan estetika desain rumah. Namun demikian, untuk Anda yang akan membangun atau mendesain rumah, beberapa prinsip dasar yang saya sampaikan mungkin berguna.</p>
<p><em>Pertama, faktor iklim</em><br />
Kalau Anda perhatikan rumah-rumah di daerah beriklim dingin cenderung mempunyai langit-langit rumah yang rendah. Di Jepang atau Eropa misalnya, tinggi plafon 2,4 atau 2,5 meter adalah hal yang biasa. Alasannya adalah penghematan energi. Semakin tinggi plafon semakin tinggi pula pemanasan diperlukan.</p>
<p>Sementara itu, di daerah pesisir atau beriklim panas plafon yang tinggi memungkinkan sirkulasi udara yang lebih baik. Sebagian dari Anda mungkin sudah tahu bahwa udara panas akan bergerak ke atas. Dengan demikian plafon yang tinggi memungkinkan udara di ruangan menjadi tetap sejuk.</p>
<p>Selain itu, dengan plafon yang tinggi dimungkinkan cahaya matahari dapat masuk lebih dalam ke semua bagian rumah. Dan dengan demikian ruangan tidak terasa lembab.</p>
<p>Maka, saran saya bila Anda tinggal di daerah pesisir dengan udara yang cenderung panas sebaiknya tinggi plafon tidak kurang dari 280cm, atau antara 2,8 – 3,2 m.</p>
<p><em>Kedua, proporsi dan estetika</em><br />
Desain arsitektur tak lain bicara tentang proporsi ruang. Desain yang indah itu berarti proporsional. Para mahasiswa arsitektur umumnya tahu bahwa untuk menentukan tinggi plafon standard sebuah ruangan berlaku rumus: (panjang + lebar)/2. Artinya sebuah ruangan berukuran 3x4m akan tampak proporsional bila plafonnya berukuran sekitar (3+4)/2=3,5m.</p>
<p>Tentu saja ini bukan rumus matematis baku karena proporsi ideal dapat diolah melalui penataan interior yang baik. Intinya, semakin besar ruangan semakin tinggi plafon, atau plafon haruslah lebih tinggi dari lebar ruangan. Karena bila tidak diimbangi plapon yang tinggi, ruangan yang besar akan tampak seperti lorong yang pengap.</p>
<p>Karena itu bila Anda mempunyai ruang keluarga yang cukup luas, semisal 8x5m tanpa sekat-sekat, Anda dapat membuat plafon sampai 6-7m.</p>
<p><strong>Void atau Loft</strong><br />
Bila Anda membangun rumah dua lantai atau lebih, plafon yang tinggi akan tercipta dengan sendirinya bila Anda membuat void. Yaitu ruang yang dibiarkan kosong di lantai dua sehingga pandangan dapat langsung terarah ke plafon lantai 2.</p>
<p>Penciptaan plafon yang tinggi dapat juga Anda lakukan dengan mengekspos kemiringan atap. Dengan cara itu Anda dapat menciptakan plafon yang indah. Sekaligus ruangan akan terasa lebih luas.</p>
<p>Void dapat juga berarti ruang terbuka tanpa atap di bagian rumah yang hanya mempunyai satu akses yaitu dari depan. Di banyak perumahan, rumah Anda dikelilingi tembok di kiri kanan dan belakang. Bila kondisi ini yang Anda dapatkan, kehadiran void menjadi vital entah dibagian belakang atau samping rumah. Yaitu agar sirkulasi udara dan cahaya matahari dapat masuk ke dalam rumah. Menutup seluruh lahan dengan atap tidak disarankan. Lihat gambar 3 yang menunjukkan letak void pada rumah ukuran 6×15 di sebuah cluster.</p>
<p>Bila void yang Anda ciptakan masih cukup luas, pada bagian tertentu Anda masih bisa membuat loft yang dapat dipakai sebagai tempat bermain atau ruang hobby yang terbuka.</p>
<p>Kesan ringan dengan memanfaatkan material yang sesuai dan desain terbuka serta adanya jendela kaca plus ventilasi sangat penting agar sirkulasi udara tetap terjamin dan kesan luas tidak hilang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="wp_fb_like_button" style="margin: 5px 5px 5px 0; float: left"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http://wm-site.com/arsitektur-interior/kesesuaian-ketinggian-plafon&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;width=530&amp;height=70" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width: 530px; height: 70px;"></iframe></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wm-site.com/arsitektur-interior/kesesuaian-ketinggian-plafon/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Verti Garden Dalam Ruangan</title>
		<link>http://wm-site.com/arsitektur-interior/verti-garden-dalam-ruangan</link>
		<comments>http://wm-site.com/arsitektur-interior/verti-garden-dalam-ruangan#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jan 2012 08:41:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arsitektur-Interior]]></category>
		<category><![CDATA[ruang hijau]]></category>
		<category><![CDATA[vertikal garden]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wm-site.com/?p=2026</guid>
		<description><![CDATA[Konsep penghijauan (greeneries) pada hunian di wilayah urban mengalami pergeseran. Dewasa ini konsep greeneries tidak saja mengandalkan ‘kekuatan’ area horisontal dari halaman rumah yang ukurannya semakin kecil, tetapi juga telah berekspansi dengan memanfaatkan bidang vertikal. Mengapa harus ada greeneries Tingginya tingkat pencemaran udara banyak memberi dampak negatif terhadap kenyamanan hidup masyarakat yang tinggal di perkotaan. Sumber polutan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-2030" title="vertikal gardening" src="http://wm-site.com/wp-content/uploads/2012/01/vertikal-gardening-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></p>
<p>Konsep penghijauan (<em>greeneries)</em> pada hunian di wilayah urban mengalami pergeseran. Dewasa ini konsep <em>greeneries</em> tidak saja mengandalkan ‘kekuatan’ area horisontal dari halaman rumah yang ukurannya semakin kecil, tetapi juga telah berekspansi dengan memanfaatkan bidang vertikal.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Mengapa harus ada <em>greeneries</em></strong></p>
<p>Tingginya tingkat pencemaran udara banyak memberi dampak negatif terhadap kenyamanan hidup masyarakat yang tinggal di perkotaan. Sumber polutan bisa berasal dari banyak hal, seperti emisi karbon dari kendaraan bermotor dan pemakaian air conditioned (AC) pendingin udara karena semakin tingginya temperatur udara di perkotaan. Konsep <em>greeneries</em> terbukti memberi dampak positif yang ramah lingkungan untuk mengatasi permasalahan ini.</p>
<p>Inovasi teknologi mampu menghasilkan cara baru dalam bertaman, dengan menggabungkan teknik struktural bangunan dan lanskap agar bisa menghasilkan satu konsep <em>greeneries</em> yang mampu menyesuaikan dengan kondisi fisik bangunan yang ada. Celah-celah area yang terbentuk dari komposisi struktural bangunan dapat dijadi media untuk bereksplorasi. Struktur masif dinding bisa disulap menjadikan area taman yang tidak kalah indahnya dibandingkan dengan hamparan taman yang luas.</p>
<p>Aplikasi dinding ”bertaman” atau yang populer dengan sebutan <em>verti garden</em> tidak hanya pada ruang luar tetapi juga dapat diaplikasikan di ruangan dalam dan menjadi kesatuan dari konsep interior ruang. Konsep seperti ini telah dirancang oleh Anggia Murni dari Tropica Greeneries yang melengkapi salah satu sudut pada <em>showroom</em> Elite Graha Cipta yang merupakan <em>mock up</em> desain sebuah apartemen karya desainer interior Ary Juwono. Tema ”Tropical Miami” antara lain divisualisasikan dalam suatu konsep <em>verti garden</em> di ruangan dalam (<em>indoor verti garden</em>) yang dihijaukan dengan tumbuhan hidup yang menutupi seluruh permukaan dinding seluas 3m x 4 m. Konsep verti garden pada dinding ini dirancang dengan sistem modular yang masing-masing modul berukuran kurang lebih 80 cm x 80 cm. Struktur modul  dibuat dari rangka kayu ringan, yang salah satu sisi bidangnya ditutup dengan media tanam yang telah dibungkus dengan kasa nyamuk. Modul inilah yang menjadi dasar dari <em>media planter</em> tanaman.</p>
<p>Komposisi tanaman yang sudah dirancang secara <em>computerized,</em> dalam pelaksanaannya diaplikasikan pada setiap modul. Dalam hal ini tanaman tersebut ditumbuhkan terlebih dahulu sebelum modul diaplikasikan pada dinding. Dengan demikian tanaman sudah tumbuh stabil dengan perakaran yang sudah melekat sempurna ke media tanamnya.  Karena akan diaplikasikan di dalam ruangan, hendaknya dipilih jenis-jenis tanaman yang tahan hidup di lingkungan teduh seperti jenis pakis-pakisan (kadaka dan Adiantum atau suplir). Sebagai aksen ditanam beberapa jenis tanaman hias daun yang memiliki corak warna yang eksotis seperti Dracaena, Peperomia dan Bromelia. Kesemua jenis tanaman tersebut memiliki karakter tumbuh yang lambat dan memiliki perakaran serabut.</p>
<p><a href="http://wm-site.com/wp-content/uploads/2012/01/Gro-Wall3_Site_Body_02.png"><img class="size-medium wp-image-2031 aligncenter" title="Gro-Wall3_Site_Body_02" src="http://wm-site.com/wp-content/uploads/2012/01/Gro-Wall3_Site_Body_02-300x184.png" alt="" width="300" height="184" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<div id="wp_fb_like_button" style="margin: 5px 5px 5px 0; float: left"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http://wm-site.com/arsitektur-interior/verti-garden-dalam-ruangan&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;width=530&amp;height=70" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width: 530px; height: 70px;"></iframe></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wm-site.com/arsitektur-interior/verti-garden-dalam-ruangan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hukum Jasa Konstruksi</title>
		<link>http://wm-site.com/manajemen-konstruksi-2/hukum-jasa-konstruksi</link>
		<comments>http://wm-site.com/manajemen-konstruksi-2/hukum-jasa-konstruksi#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Jan 2012 15:21:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manajemen-Konstruksi]]></category>
		<category><![CDATA[hukum konstruksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wm-site.com/?p=2017</guid>
		<description><![CDATA[&#160; A. LATAR BELAKANG Konstruksi merupakan suatu kegiatan yang melibatkan/ menyangkut berbagai aspek kehidupan masyarakat Kegiatan konstruksi : Risiko tinggi (tidak pasti, mahal, berbahaya) Transaksi ekonomi dan jasa pelayanan Kontrak Pekerjaan Konstruksi merupakan landasan penting dalam setiap kegiatan/aktivitas konstruksi B. LANDASAN HUKUM Kontrak (termasuk kontrak pekerjaan konstruksi) merupakan bentuk kesepakatan yang termasuk dalam hukum PERJANJIAN. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://2.bp.blogspot.com/-HqC-y1NG6U0/TcrD79Iu6nI/AAAAAAAAAH8/sAC97OqBXHU/s1600/dokumen%2Badministrasi.jpg"><img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5605508121006893682" src="http://2.bp.blogspot.com/-HqC-y1NG6U0/TcrD79Iu6nI/AAAAAAAAAH8/sAC97OqBXHU/s400/dokumen%2Badministrasi.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
<div>
<p>&nbsp;</p>
</div>
<div>
<p>A. LATAR BELAKANG</p>
</div>
<div>
<p>Konstruksi merupakan suatu kegiatan yang melibatkan/ menyangkut berbagai aspek kehidupan masyarakat Kegiatan konstruksi :</p>
</div>
<div>
<ul>
<li>Risiko tinggi (tidak pasti, mahal, berbahaya)</li>
<li>Transaksi ekonomi dan jasa pelayanan</li>
<li>Kontrak Pekerjaan Konstruksi merupakan landasan penting dalam setiap kegiatan/aktivitas konstruksi</li>
</ul>
</div>
<div>
<p>B. LANDASAN HUKUM</p>
</div>
<div>
<p>Kontrak (termasuk kontrak pekerjaan konstruksi) merupakan bentuk kesepakatan yang termasuk dalam hukum PERJANJIAN. Bentuk perjanjian mulai dari yang sederhana hingga kompleks. Secara formal diatur dalam Kitab Undang-undang Hukum Perdata (KUHPT)</p>
</div>
<div>
<p>C. PERJANJIAN DAN PERIKATAN</p>
</div>
<div>
<p>Perjanjian adalah peristiwa dimana seseorang berjanji pada orang lain, atau dua orang saling berjanji yang mengkibatkan timbulnya Perikatan. Perikatan adalah suatu Hubungan Hukum antara dua pihak (Kreditur berhak menuntut dan Debitur berkewajiban memenuhi tuntutan). Perjanjian atau Persetujuan tertulis disebut KONTRAK.</p>
</div>
<div>
<p>Tujuan kontrak adalah sebagai berikut :</p>
</div>
<div>
<ul>
<li>Timbulnya Perikatan</li>
<li>Suatu perjanjian: dengan ada tanpa tanggungjawab</li>
<li>Undang-undang</li>
<li>Kesusilaan (misalnya : ikatan adat)</li>
<li>Perjanjian bersifat positif, yaitu ada kesepakatan berbuat/menghasilkan sesuatu.</li>
<li>Perjanjian bersifat negatif, yaitu ada kesepakatan untuk tidak berbuat sesuatu.</li>
</ul>
</div>
<div>
<p>1. Obyek Perikatan</p>
</div>
<div>
<p>Obyek perikatan harus tertentu dan dapat ditentukan. Untuk tipe kontrak Lumpsum, obyek tertentu, sedangkan untuk tipe kontrak Unit Price, obyek ditentukan kemudian. Obyek perikatan harus sah dan diperkenankan oleh peraturan/ undang-undang. Prestasinya dimungkinkan untuk dilaksanakan (secara objektif)</p>
</div>
<div>
<p>2. Subyek Perikatan</p>
</div>
<div>
<p>Subyek perikatan melibatkan dua orang (badan hukum) atau lebih. Satu pihak berkewajiban atas prestasi dan pihak lain berhak atas prestasi. Ada bentuk perikatan yang menyangkut pihak ketiga (contoh: user, jaminan pihak ketiga)</p>
</div>
<div>
<p>3. Sistem dan Azas Perjanjian</p>
</div>
<div>
<p>Sistem perjanjian merupakan sistem Terbuka, dimana yang membuat kesepakatan/perjanjian bebas mengabaikan ketentuan hukum perdata asal memenuhi syarat sah perjanjian. Pihak yang mengadakan perjanjian dapat membuat aturan sendiri. Semua persetujuan yang dibuat secara sah menjadi undang-undang bagi mereka yang membuatnya. Azas perrjanjian adalah Azas Konsensualisme. Perjanjian berlaku sejak detik dicapai kesepakatan. Perjanjian sah jika hal-hal pokok telah disepakati.</p>
</div>
<div>
<p>4. Syarat-syarat Sah Suatu Perjanjian</p>
</div>
<div>
<p>Syarat-syarat sah suatu perjanjian adalah :</p>
</div>
<div>
<p>Azas Konsensualisme dalam KUHPT Sepakat untuk mengikat diri, Cakap dalam membuat perjanjian, Menyangkut hal tertentu, Disebabkan oleh sesuatu yang halal</p>
</div>
<div>
<p>Dengan kata lain, dipenuhi:</p>
</div>
<div>
<ul>
<li>Syarat subyekif</li>
<li>Tidak ada paksaan (sukarela)</li>
<li>Subyek mempunyai kapasitas membuat perjanjian</li>
<li>Syarat obyektif Obyek perjanjian tertentu</li>
<li>Kausanya legal atau tidak bertentangan dengan hukum</li>
<li>Perjanjian di bawah tangan membutuhkan akta notaris untuk memperoleh kekuatan hukum, dan kelak untuk pembuktian bila disangkal oleh salah satu pihak</li>
</ul>
</div>
<div>
<p>5. Batalnya suatu Perjanjian</p>
</div>
<div>
<p>Suatu perjajian batal demi hukum bila salah satu atau kedua syarat obyektif tidak dipenuhi. Perjanjian dapat diminta untuk dibatalkan bila kedua syarat Subyektif tidak terpenuhi. Batas waktu permintaan pembatalan adalah 5 tahun (BW ps 1454), terhitung: Sejak orang menjadi cakap hukum, Sejak hari paksaan telah berhenti, Sejak saat/hari diketahui adanya kekhilafan atau penipuan</p>
</div>
<div>
<p>6. Pelaksanaan Perjanjian</p>
</div>
<div>
<p>Pelaksanaan perjanjian berisi :</p>
</div>
<div>
<ul>
<li>Hal tidak menepati Janji dalam Pelaksanaan Perjanjian</li>
<li>Jika debitur tidak dapat menepati janji, maka dikuasakan pada hakim untuk mewujudkan</li>
<li>Perjanjian untuk memberikan sesuatu</li>
<li>Perjanjian untuk berbuat sesuatu</li>
<li>Perjanjian untuk tidak berbuat sesuatu</li>
<li>Hal undang-undang, Adat kebiasaan dan Kapatuhan pada Pelaksanaan Perjanjian</li>
<li>Suatu perjanjian tidak hanya mengikat untuk hal-hal yang dengan tegas dinyatakan di dalamnya, tetapi harus memuat/ dilengkapi peraturan yang terdapat dalam undang-undang, adat kebiasaan setempat</li>
<li>Hal itikad baik pada pelaksanaan perjanjian</li>
<li>Suatu perjanjian harus memenuhi:Persyaratan atau tuntutan kepastian hukum (menjamin kepastian) Dilaksanakan dengan itikad baik (memenuhi tuntutan keadilan)</li>
</ul>
</div>
<div>
<p>7. Wanprestasi</p>
</div>
<div>
<p>Hal-halyang diatur dalam wanprestasi : Hal tidak menepati Janji dalam Pelaksanaan Perjanjian Jika debitur tidak dapat menepati janji, maka dikuasakan pada hakim untuk mewujudkan: Perjanjian untuk memberikan sesuatu Perjanjian untuk berbuat sesuatu Perjanjian untuk tidak berbuat sesuatu Hal undang-undang, Adat kebiasaan dan Kapatuhan pada Pelaksanaan Perjanjian Suatu perjanjian tidak hanya mengikat untuk hal-hal yang dengan tegas dinyatakan di dalamnya, tetapi harus memuat/dilengkapi peraturan yang terdapat dalam undang-undang, adat kebiasaan setempat Hal itikad baik pada pelaksanaan perjanjian Suatu perjanjian harus memenuhi: Persyaratan atau tuntutan kepastian hukum (menjamin kepastian) Dilaksanakan dengan itikad baik (memenuhi tuntutan keadilan)</p>
</div>
<div>
<p>8. Ganti Rugi</p>
</div>
<div>
<ul>
<li>Pengertian ganti rugi mencakup 3 hal:</li>
</ul>
</div>
<div>
<p>1. Biaya adalah segala perongkosan atau pengeluaran yang nyata-nyata telah dikeluarkan (real/actual expense)</p>
</div>
<div>
<p>2. Rugi adalah kerugian karena kerusakan barang (property) milik kreditur akibat kelalaian debitur</p>
</div>
<div>
<p>3. Bunga adalah kerugian berupa kehilangan keuntungan yang sudah dibayangkan/diperhitungkan oleh kreditur</p>
</div>
<div>
<ul>
<li>Ganti rugi yang dapat dituntut oleh Kreditur</li>
<li>Rugi yang betul-betul diderita oleh kreditur</li>
<li>Keuntungan yang hilang, yang semestinya diperoleh kreditur</li>
<li>Penetapan Bunga</li>
<li>Ditetapkan dalam perjanjian</li>
<li>Bila tidak ditetapkan, maka diberlakukan tingkat suku bunga yang ditetapkan oleh undang-undang</li>
<li>Sebesar bunga deposito pada bank pemerintah</li>
</ul>
</div>
<div>
<p>9. Pembatalan Perjanjian Sanksi hukum bagi debitur yang lalai/gagal memenuhi perjanjian Pembatalan bertujuan untuk membawa kedua pihak kembali ke keadaan sebelum terjadi perjanjian Status pembatalan – ditentukan melalui pengadilan (keputusan hakim), mediasi, negosiasi</p>
</div>
<div>
<p>10. Peralihan Risiko</p>
</div>
<div>
<p>Peralihan risiko merupakan sanksi hukum bagi debitur yang lala/gagal memenuhi perjanjian (wanprestasi). Problematika: Bagaimana dengan status kepemilikan dan tanggungjawab terhadap obyek perjanjian? Dialihkan pada pihak ketiga Bagaimana mekanisme dan konsekuensi hukumnya?</p>
</div>
<div>
<p>11. Force Majeur (keadaan memaksa)</p>
</div>
<div>
<p>Debitur dibebaskan dari kewajiban membayar ganti rugi bila terkena keadaan memaksa yang membuatnya tidak mungkin untuk melaksanakan prestasi yang diperjanjikan.</p>
</div>
<div>
<p>Keadaan memaksa: Terjadi setelah dibuatnya perjanjian/perikatan Terjadi pada debitur Terjadinya tidak terduga Tidak dapat dipertanggungjawabkan kepada debitur Tidak sengaja Tidak ada itikad buruk dari debitur</p>
</div>
<div>
<p>Teori Obyektif : Keadaan memaksa harus mempunyai ketidakmungkinan mutlak;</p>
</div>
<div>
<p>bagi setiap orang tidak mungkin melaksanakan prestasi tersebut Teori Subyektif : Keadaan memaksa harus mempunyai ketidakmungkinan yang tak mutlak; debitur masih dapat melaksanakan prestasi tetapi dengan pengorbanan yang sangat besar sehingga tidak selayaknya kreditur menuntut pemenuhan prestasi</p>
</div>
<div>
<p>12. Interpretasi Perjanjian</p>
</div>
<div>
<p>Tujuan dari interpretasi perjanjian adalah untuk memberikan keyakinan dan penegakan (kepastian) maksud (interest) dari pihak-pihak yang berjanji pada saat perikatan. Merupakan hal yang tidak mungkin untuk mengetahui apa yang ada dibenak pihak-pihak yang saling berjanji pada saat perikatan Pemahaman/pengertian (interpretasi) dilandaskan pada arti logis yang layak dari bahasa perjanjian</p>
</div>
<div>
<p>13. Kontrak Konstruksi</p>
</div>
<div>
<p>Pada dasarnya kedudukan para pelaku perjanjian (pihak yang mengikatkan diri dalam perjanjian) adalah sama. Dalam perjanjian konstruksi banyak hal yang lebih rumit daripada perjanjian (transaksi usaha) biasa Perlu pemahaman yang mendalam terhadap konsep, fungsi dan makna kontrak konstruksi</p>
</div>
<p>&nbsp;</p>
<div id="wp_fb_like_button" style="margin: 5px 5px 5px 0; float: left"><iframe src="http://www.facebook.com/plugins/like.php?href=http://wm-site.com/manajemen-konstruksi-2/hukum-jasa-konstruksi&amp;layout=standard&amp;show_faces=true&amp;action=like&amp;colorscheme=light&amp;width=530&amp;height=70" scrolling="no" frameborder="0" allowTransparency="true" style="border:none; overflow:hidden; width: 530px; height: 70px;"></iframe></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wm-site.com/manajemen-konstruksi-2/hukum-jasa-konstruksi/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

