Penggunaan Besi Tulangan pada Beton

Penggunaan besi tulangan pada beton dimaksudkan untuk menahan gaya tarik yang ditimbulkan oleh prilaku elemen struktur akibat memikul beban bangunan. Dimana beton hanya kuat menahan gaya tekan sehingga perlu dibantu dengan material yang kuat menahan gaya tarik, yaitu besi baja. Untuk anda yang awam, bayangkan saja sebilah lidi yang dibentangkan/ditarik kedua ujungnya. Lalu dari atas lidi ditekan, maka akan ada gaya tarik yang dirasakan sipemegang dari kedua ujung lidi tersebut. Seperti itulah analogi tulangan besi pada beton untuk memperkuat sekaligus menjaga agar beton tidak mudah runtuh, karena sifat beton yang getas/mudah ambruk, sedangkan besi baja elastis.

Besi Tulangan yang dijual dipasar belum tentu sama dengan kriteria desain struktur. Diameter aktual tulangan bisa berbeda dengan nama produknya, misalnya kita mau beli tulangan diameter 8mm, dapatnya mungkin 8 “banci” yang kemungkinan diameter sebenernya hanya 6mm atau bahkan berkurang. Bila kita bandingkan luasan area diameter 6 dan 8 bisa berkurang 25% sehingga kekuatan tariknya pun berkurang 25%.

Jenis tulangan dibagi dua berdasarkan mutu dan bentuk tulangan. Yang pertama adalah tulangan polos, yang memiliki mutu kuat tarik leleh sekitar 2400 kg/cm2 (240 MPa). Yang kedua adalah tulangan ulir yang memiliki kuat tarik leleh sekitar 4000 kg/cm2 (400 MPa). Mutu tulangan tersebut dipengaruhi oleh komposisi campuran bahan yang digunakan. Kuat tarik leleh adalah tegangan pada penampang tulangan (gaya dibagi luasan penampang) yang ditarik dengan gaya sampai batas elastisnya dan belum masuk ke daerah inelastis. Elastis artinya apabila gaya tersebut dihilangkan, tulangan akan kembali kebentuk (panjang) semula. Untuk mengetahui kekuatan tulangan, dilakukan tes tarik di laboratorium struktur. Tulangan di jepit pada suatu perapet dan kemudian ditarik dengan gaya yang bertambah sedikit demi sedikit.  Alat akan mencatat gaya yang dikerjakan dan juga perubahan panjang tulangan (elongasi).Untuk melakukan tes tentu ada biaya yang dikeluarkan, untuk itu mungkin bisa ditanyakan saja pada suppliernya mills certificate, yaitu sertifikat yang menyatakan kekuatan besi tersebut dari mills / pabriknya.
Jadi tulangan ulir lebih kuat daripada tulangan polos. Bentuk ulirnya pun bisa berbeda-beda antara pabrik satu dan lainnya. Ulir tersebut akan membentuk lekatan atau ikatan yang jauh lebih kuat dengan beton dibanding tulangan polos. Panjang Tulangan biasanya 12 m ditekuk menjadi dua. Pada tulangan yang diproduksi mills / pabrik yang bagus, terdapat cetakan initial pabrik, misalnya KS, dan juga cetakan diameter tulangan.
Pastikan bahwa penggunaan besi tulangan yang dipasang sesuai dengan gambar desain struktur. Baik mutu, polos / ulir dan diameter tulangan. Sehingga bangunan dapat berfungsi secara optimal.

Facebook Comments

Powered by TG Facebook Comments

Wira Mahendra

Menyelesaikan pendidikan tinggi di Fakultas Teknik Sipil, Universitas Udayana, Bali. Sekarang sedang bekerja freelance di bidang Properti dan Pembangunan Rumah. Menyukai design dan internet marketing. Silahkan klik hubungi kami jika ingin menggunakan jasa kami, Gede Wira Mahendra,ST Wahana Mandiri Group

Shares