Masalah klasik rembes dan kebocoran

 

Masalah klasik rembes dan kebocoran, mulai dari penutup atap, dak beton talang, dan tembok perbatasan. Hampir di setiap rumah pasti saja pernah mengalami masalah rembes dan kebocoran. Hal remeh yang kurang mendapat perhatian pada saat awal pembangunan. Mulai dari kebocoran dari penutup atapnya sendiri yang pemasangannya kurang pas, atau pun gampang pecah. Tapi sejak adanya material baja ringan masalah kebocoran dari penutup atap atau genteng sudah jarang didengar dikarenakan penggunaan material genteng dari beton dan keramik yang lebih keras dari genteng tanah liat yang menyebabkan tidak gampang pecah dan ukurannya lebih presisi.

Penggabungan material baja ringan untuk KAP dan genteng beton pada saat sekarang telah menggantikan penggunaan material kayu untuk KAP dan genteng tanah liat. Dari segi beban, berat genteng beton sudah diimbangi berat baja ringan yang tidak lebih berat jika dibanding KAP kayu dengan genteng tanah liat. Dan dari segi harga, penggunaan baja ringan dan genteng beton sedikit lebih murah dikarenakan harga material kayu semakin mahal karena keterbatasannya, dan dari segi biaya pemasangannya, baja ringan lebih simple dan cepat dibanding KAP kayu.

Masalah kebocoran dan rembes yang kedua adalah berasal dari dak talang yang plesterannya kurang tebal dan kurangnya kemiringan area agar air hujan bisa mengalir dengan lancar dan tentu saja harus menggunakan waterproof. Diusahakan saluran pembuangan dibuat diluar bangunan dan tidak melewati atas plafon, agar jika terjadi kebocoran pipa akibat retak ataupun sambungan, air tidak menetes di plafon ataupun merembes ke dinding. Gunakan pipa minimal 2 dim, agar debit air yang dialirkan lebih besar dan berikan saringan pada mulut atas pipa.

Dan masalah kebocoran yang lain adalah dari dinding perbatasan dengan tetangga, yang mana biasanya meninggalkan sedikit ruang kosong yang menyebabkan dinding rembes air dan berjamur. Usahakan pada bagian atas pertemuan dua dinding pembatas diplester tebal dan diwaterproof. Dan ingat jika ada tetangga sebelah yang baru membangun agar diingatkan untuk memperhatikan hal tersebut, agar anda tidak terkena dampaknya dikemudian hari. Intinya kita harus menghormati air, berikan dia jalan yang seharusnya dilalui, jangan pernah memblokade perjalan air ke tempat yang lebih rendah. πŸ™‚

 

Facebook Comments

Powered by TG Facebook Comments

Wira Mahendra

Menyelesaikan pendidikan tinggi di Fakultas Teknik Sipil, Universitas Udayana, Bali. Sekarang sedang bekerja freelance di bidang Properti dan Pembangunan Rumah. Menyukai design dan internet marketing. Silahkan klik hubungi kami jika inginΒ menggunakan jasa kami, Gede Wira Mahendra,ST Wahana Mandiri Group

Shares