Verti Garden Dalam Ruangan

Konsep penghijauan (greeneries) pada hunian di wilayah urban mengalami pergeseran. Dewasa ini konsep greeneries tidak saja mengandalkan ‘kekuatan’ area horisontal dari halaman rumah yang ukurannya semakin kecil, tetapi juga telah berekspansi dengan memanfaatkan bidang vertikal.

Mengapa harus ada greeneries

Tingginya tingkat pencemaran udara banyak memberi dampak negatif terhadap kenyamanan hidup masyarakat yang tinggal di perkotaan. Sumber polutan bisa berasal dari banyak hal, seperti emisi karbon dari kendaraan bermotor dan pemakaian air conditioned (AC) pendingin udara karena semakin tingginya temperatur udara di perkotaan. Konsep greeneries terbukti memberi dampak positif yang ramah lingkungan untuk mengatasi permasalahan ini.

Inovasi teknologi mampu menghasilkan cara baru dalam bertaman, dengan menggabungkan teknik struktural bangunan dan lanskap agar bisa menghasilkan satu konsep greeneries yang mampu menyesuaikan dengan kondisi fisik bangunan yang ada. Celah-celah area yang terbentuk dari komposisi struktural bangunan dapat dijadi media untuk bereksplorasi. Struktur masif dinding bisa disulap menjadikan area taman yang tidak kalah indahnya dibandingkan dengan hamparan taman yang luas.

Aplikasi dinding ”bertaman” atau yang populer dengan sebutan verti garden tidak hanya pada ruang luar tetapi juga dapat diaplikasikan di ruangan dalam dan menjadi kesatuan dari konsep interior ruang. Konsep seperti ini telah dirancang oleh Anggia Murni dari Tropica Greeneries yang melengkapi salah satu sudut pada showroom Elite Graha Cipta yang merupakan mock up desain sebuah apartemen karya desainer interior Ary Juwono. Tema ”Tropical Miami” antara lain divisualisasikan dalam suatu konsep verti garden di ruangan dalam (indoor verti garden) yang dihijaukan dengan tumbuhan hidup yang menutupi seluruh permukaan dinding seluas 3m x 4 m. Konsep verti garden pada dinding ini dirancang dengan sistem modular yang masing-masing modul berukuran kurang lebih 80 cm x 80 cm. Struktur modul  dibuat dari rangka kayu ringan, yang salah satu sisi bidangnya ditutup dengan media tanam yang telah dibungkus dengan kasa nyamuk. Modul inilah yang menjadi dasar dari media planter tanaman.

Komposisi tanaman yang sudah dirancang secara computerized, dalam pelaksanaannya diaplikasikan pada setiap modul. Dalam hal ini tanaman tersebut ditumbuhkan terlebih dahulu sebelum modul diaplikasikan pada dinding. Dengan demikian tanaman sudah tumbuh stabil dengan perakaran yang sudah melekat sempurna ke media tanamnya.  Karena akan diaplikasikan di dalam ruangan, hendaknya dipilih jenis-jenis tanaman yang tahan hidup di lingkungan teduh seperti jenis pakis-pakisan (kadaka dan Adiantum atau suplir). Sebagai aksen ditanam beberapa jenis tanaman hias daun yang memiliki corak warna yang eksotis seperti Dracaena, Peperomia dan Bromelia. Kesemua jenis tanaman tersebut memiliki karakter tumbuh yang lambat dan memiliki perakaran serabut.

 

 

Facebook Comments

Powered by TG Facebook Comments

Wira Mahendra

Menyelesaikan pendidikan tinggi di Fakultas Teknik Sipil, Universitas Udayana, Bali. Sekarang sedang bekerja freelance di bidang Properti dan Pembangunan Rumah. Menyukai design dan internet marketing. Silahkan klik hubungi kami jika ingin menggunakan jasa kami, Gede Wira Mahendra,ST Wahana Mandiri Group

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares