Memasang Keramik Dinding

Selain wall cover, tripleks, dan papan, keramik pun bisa jadi pelapis dinding. Bukan hanya untuk kamar mandi, juga untuk dinding kamar tidur, ruang keluarga, dan ruang lain.

Keramik dinding tidak lagi polos seperti yang sering kita jumpai di kamar mandi. Selain yang polos itu, kini ada keramik dinding bermotif kayu, bambu, bunga, atau guratan plester semen. Keramik-keramik dinding ini dapat dipakai untuk melapis dinding ruang selain kamar mandi.

Proses pemasangan keramik untuk kamar mandi dan ruang lain sebetulnya sama saja. Yang paling perlu diperhatikan adalah daya rekat keramik ke dinding. Keramik harus merekat kuat agar tak mudah jatuh. Untuk itu ada trik khusus. Simak uraian berikut!

Alat dan Bahan

  • Keramik dinding motif kayu, semen, pasir, dan air.
  • Waterjet, palu kayu, rubber float, ember, dan spons.

Langkah Pemasangan

  1. Periksa kerataan permukaan dinding. Segera rapikan jika muka dinding tak rata. Setelah rata, bersihkan permukaan dinding dengan waterjet untuk merontokkan berbagai macam kotoran yang mungkin mengurangi daya rekat keramik ke dinding.
  2. Rendam keramik dalam air bersih, minimal 30 menit. Tiriskan dengan posisi berdiri.
  3. Lapis tipis permukaan dinding dengan campuran semen dan pasir. Tebal lapisan 0,5-1cm. Gunakan adukan semen pasir dengan komposisi semen-pasir 1:2. Tambahkan adhesive jika perlu. Biarkan selama 1 hari hingga lapisan mengeras.
  4. Untuk pemasangan keramik, screed perlu dibasahi dengan air. Upaya ini untuk meminimalkan penyusutan saat proses pengeringan.
  5. Pasang keramik ke dinding. Lapiskan adukan semen pasir ke bagian belakang keramik. Setelah itu pasang keramik pada dinding satu per satu, dimulai dari bawah ke atas.
  6. Ketok keramik dengan palu, agar bagian bawahnya menempel baik ke dinding. Gunakan palu untuk mengatur level permukaan antar keramik, sehingga rata.
  7. Setelah terpasang tiga jam, bersihkan permukaan keramik menggunakan spons basah.
  8. Setelah keramik terpasang (minimal 24 jam), lakukan pengisian nat. Gunakan adukan semen-pasir halus dengan komposisi 2:1. Gunakan rubber float untuk mendapatkan permukaan yang datar dan rapi.
  9. Terakhir, bersihkan sisa-sisa pengisian nat dengan spons atau handuk, kemudian lap kembali seluruh permukaan keramik hingga kotoran tidak bersisa.

 

Facebook Comments

Powered by TG Facebook Comments

Wira Mahendra

Menyelesaikan pendidikan tinggi di Fakultas Teknik Sipil, Universitas Udayana, Bali. Sekarang sedang bekerja freelance di bidang Properti dan Pembangunan Rumah. Menyukai design dan internet marketing. Silahkan klik hubungi kami jika ingin menggunakan jasa kami, Gede Wira Mahendra,ST Wahana Mandiri Group

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shares